//READMORE OTMATIS//
Ahlan wa sahlan di website Pusat Komunikasi Daerah (puskomda) FSLDK Priangan Barat, Website ini merpakan website komunikasi bagi LDK ( Lembaga Dakwah Kampus) yang ada di daerah Priangan Barat yang meliputi : Bogor, Sukabumi, Karawang, Cianjur, silahkan komunikasikan mengenai kendala, hambatan dan informasi yang sekiranya perlu di komunikasikan kepada kami | Info Puskomda : | 15 2011 | Selamat kepada PUSKOMDA PRIBAR yang telah melaksanakan MUKERDA ( Musyawarah Kerja Daerah ) yang dilaksanakn di Universitas Djuanda Bogor, yang dihadiri oleh Para pengurus FSLDK Sepriangan Barat, Semoga apa yang telah di putuskan pada Musyawarah Kerja daerah bisa memberikan solusi terbaik bagi permasalahan-permasalahan Umat | Ikutilah Kegiatan PUSKOMDAY’s insya allah akan dilaksanakan selama 3 (tiga) 22-24 April 2011 dengan mengangkat tema Optimalisasi Dakwah Potensi Dakwah Kampus Indonesia di kancah Internasional Bagi kawan-kawan yang belum memiliki agenda pada saat itu, silakan untuk hadir pada Grand Opening PUSKOMDAY’s pada :Hari,tanggal : Jum’at 22 April 2011 - Waktu : 08.00 s.d. 18.00 WIB- Tempat : Graha Widya Wisuda, Kampus Darmaga,Institut Pertanian Bogor.Don’t miss it…!!! | Selamat Berkunjung | Puskomda LDK Al-Intisyar UIKA Bogor

Senin, 19 Maret 2012

semarak wjm 2012: Memadukan teknik menulis dengan skill multimedia menjadi seorang jurnalis.

Peserta Workshop Jurnalistik dan Multimedia (wjm) 2012


Workshop Jurnalistik dan Multimedia (WJM) 2012 yang diselenggarkana di auditorium Universitas Ibn Khaldun Bogor, mendapatkan sambutan yang baik dari mahasiswa dan pelajar.

Terbukti membeludaknya pendaftaran, membuat panitia WJM 2012 yang digawangi departemen Multimedia LDK Al-Intisyar UIKA Bogor ini kewalahan untuk menerima pendaftar yang memiliki latarbelakang dan domisili beragam, sementara kuota yang disediakan untuk kegiatan ini hanya dibatasi untuk 100 peserta saja.

Hamzah, selaku ketua panitia WJM 2012 memaparkan, peserta yang hadir pada kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 18 Maret ini dihadiri oleh mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum sejabotabek, dimana dari masing-masing wilayah memiliki kuota nya sendiri, dia menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan perdana departemen kami, yang tadinya hanya diagendakan untuk kalangan mahasiswa UIKA saja, akan tetapi membeludaknya pendaftar dari luar kampus memicu kami untuk merubah kebijakan untuk menerima pedaftar dari luar kampus.

Adapun 2 pemateri yang hadir pada kesempatan itu ialah Nurdin Al-Azies yang memiliki sapaan Kang Azies, dia adalah Duta Cendikia Muda Muslim Untuk Asia Tenggara Bidang Teknologi, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Multimedia LDK Al-Intisyar UIKA Bogor, Redaktur Warta UIKA Bogor, sekaligus sebagai Ceo di Centra Kreativitas Mahasiswa, dan Irfan Habibie Martenegara (Redaktur Senior Salman ITB.Com).

Kedua pemateri memaparkan mengenai Multimedia dan Jurnalistik yang dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama diisi oleh materi multimedia yang disapaikan oleh kang Azies yang menitik beratkan pada pentingnya kita sebagai kaum intelek untuk paham fungsi dan tatacara pemanfaatan multimedia untuk kemajuan bangsa. semetara kang irfan lebih menekankan pada teknik-teknik menulis dan manajemen keredaksian.

Acara diakhiri dengan sesi pembagian doorprize yang ditunggu-tunggu peserta, selajutnya penyerahan sertivikat dan sesi photo bersama membuat kesan WJM 2012 menjadi begitu seru dan menyenangkan.
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - semarak wjm 2012: Memadukan teknik menulis dengan skill multimedia menjadi seorang jurnalis.

Kamis, 08 Maret 2012


Ketua : Suhendra (FT)
Sekertaris dan Bendahara : Afiyanti Fadilah (FE)

Komisi A
Koordinator : Seliana Yulianti (FT)
Staf : Ibnu Hibban (FAI) dan Rahmawati (FKIP)

Komisi B
Koordinator : Kartika sari (FKIP)
Staf : Eva (FKIP), Dedet (FE) dan Dini Fauziah (FKIP)

Komisi C
Koordinator : Sutiah (FKIP)
Staf : Dian Setianingrum (FE)
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | -

Rabu, 22 Februari 2012

Selalu Menata Hati

Betapa indahnya sekiranya kita memiliki qolbu yang senantiasa tertata, terpelihara, terawat dengan sebaik-baiknya. Ibarat taman bunga yang pemiliknya mampu merawatnya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Alur-alur penanamannya tertata rapih. Pengelompokan jenis dan warna bunganya berkombinasi secara artistik. Yang ditanam hanya tanaman bunga yang memiliki warna-warni yang indah atau bahkan yang menyemerbakan keharuman yang menyegarkan.

Rerumputan liar yang tumbuh dibawahnya senantiasa disiangi. Parasit ataupun hama yang akan merusak batang dan daunnya dimusnahkan. Tak lupa setiap hari disiraminya dengan merata, dengan air yang bersih. Tak akan dibiarkan ada dahan yang patah atau ranting yang mengering.

Walhasil, tanahnya senantiasa gembur, tanaman bunga pun tumbuh dengan subur. Dedaunannya sehat menghijau. Dan, subhanallah, bila pagi tiba manakala sang matahari naik sepenggalah, dan saat titik-titik embun yang bergelayutan di ujung dedaunan menagkap kilatan cahayanya, bunga-bunga itu, dengan aneka warnanya, mekar merekah. Wewangian harumnya semerbak ke seantero taman, tak hanya tercium oleh pemiliknya, tetapi juga oleh siapapun yang kebetulan berlalu dekat taman. Sungguh, alangkah indah dan mengesankan.

Begitu pun qolbu yang senantiasa tertata, terpelihara, serta terawat dengan sebaik-baiknya. Pemiliknya akan senantiasa merasakan lapang, tenteram, tenang, sejuk, dan indahnya hidup di dunia ini. Semua ini akan terpancar pula dalam setiap gerak-geriknya, perilakunya, tutur katanya, sunggingan senyumnya, tatapan matanya, riak air mukanya, bahkan diamnya sekalipun.

Orang yang hatinya tertata dengan baik tak pernah merasa resah gelisah, tak pernah bermuram durja, tak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan dimana pun berada, ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan, tenang dan menenangkan, tenteram dan menenteramkan. Hatinya bagai embun yang menggelayut di dedaunan di pagi hari, jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Hatinya tertambat bukan kepada barang-barang yang fana, melainkan selalu ingat dan merindukan Zat yang Maha Memberi Ketenteraman, Allah Azza wa Jalla.

Ia yakin dengan keyakinan yang amat sangat bahwa hanya dengan mengingat dan merindukan Allah, hanya dengan menyebut-nyebut namanya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, maka hatinya menjadi tenteram. Tantangan apapun dihadapinya, seberat apapun, diterimanya dengan ikhlas. Dihadapinya dengan sunggingan senyum dan lapang dada. Baginya tak ada masalah sebab yang menjadi masalah hanyalah caranya yang salah dalam menghadapi masalah.

Adalah kebalikannya dengan orang yang berhati semrawut dan kusut masai. Ia bagaikan kamar mandi yang kumuh dan tidak terpelihara. Lantainya penuh dengan kotoran. Lubang WC-nya masih belepotan sisa kotoran. Dindingnya kotor dan kusam. Gayungnya bocor, kotor, dan berlendir. Pintunya tak berselot. Krannya susah diputar dan air pun sulit untuk mengalir. Tak ada gantungan. Baunya membuat setiap orang yang menghampirinya menutup hidung. Sudah pasti setiap orang enggan memasukinya. Kalaupun ada yang sudi memasukinya, pastilah karena tak ada pilihan lain dan dalam keadaan yang sangat terdesak. Itu pun seraya menutup hidung dan menghindarkan pandangan sebisa-bisanya.

Begitu pun keadaannya dengan orang yang berhati kusam. Ia senantiasa tampak resah dan gelisah. Hatinya dikotori dengan buruk sangka, dendam kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tidak senang melihat orang lain berbahagia, kikir, dan lain-lain penyakit hati yang terus menerus menumpuk, hingga sulit untuk dihilangkan.

Sungguh, orang yang berhati busuk seperti itu akan mendapatkan kerugian yang berlipat-lipat. Tidak saja hatinya yang selalu gelisah, namun juga orang lain yang melihatnya pun akan merasa jijik dan tidak akan menaruh hormat sedikit pun jua. Ia akan dicibir dan dilecehkan orang. Ia akan tidak disukai, sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan. Terlepas siapa orangnya. Adakah ia orang berilmu, berharta banyak, pejabat atau siapapun; kalau berhati busuk, niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yang mengenalnya. Derajatnya pun mungkin akan sama atau, bahkan, lebih hina dari pada apa yang dikeluarkan dari perutnya.

Bagi orang yang demikian, selain derajat kemuliannya, akan jatuh di hadapan manusia, juga di hadapan Allah. Ini dikarenakan hari-harinya selalu diwarnai dengan aneka perbuatan yang mengundang dosa. Allah tidak akan pernah berlaku aniaya terhadap makhluk-makhluknya. Sesungguhnyalah apa yang didapatkan seseorang itu, tidak bisa tidak, merupakan buah dari apa yang diusahakannya.


"Dan bahwasannya manusia tidak akan memperoleh (sesuatu), selain dari apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasannya kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberikan balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." (QS. An Najm {53} : 39-41), demikian firman Allah Azza wa Jalla.


Kebaikan yang ditunaikan dan kejahatan yang diperbuat seseorang pastilah akan kembali kepada pelakunya. Jika berbuat kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala sesuai dengan takaran yang telah dijanjikan-Nya. Sebaliknya, jika berbuat kejahatan, niscaya ia akan mendapatkan balasan siksa sesuai dengan kadar kejahatan yang dilakukannya. Sedangkan kebaikan dan kejahatan tidaklah bisa berhimpun dalam satu kesatuan.

Orang yang hatinya tertata rapih adalah orang yang telah berhasil merintis jalan ke arah kebaikan. Ia tidak akan tergoyahkan dengan aneka rayuan dunia yang tampak menggiurkan. Ia akan melangkah pada jalan yang lurus. Dititinya tahapan kebaikan itu hingga mencapai titik puncak. Sementara itu ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk berusaha sekuat-kuatnya untuk memelihara dirinya dari sikap riya, ujub, dan perilaku rendah lainnya. Oleh karenanya, surga sebaik-baiknya tempat kembali, tentulah telah disediakan bagi kepulangannya ke yaumil akhir kelak. Bahkan ketika hidup di dunia yang singkat ini pun ia akan menikmati buah dari segala amal baiknya.

Dengan demikian, sungguh betapa beruntungnya orang yang senantiasa bersungguh-sungguh menata hatinya karena berarti ia telah menabung aneka kebaikan yang akan segera dipetik hasilnya dunia akhirat. Sebaliknya alangkan malangnya orang yang selama hidupnya lalai dan membiarkan hatinya kusut masai dan kotor. Karena, jangankan akhirat kelak, bahkan ketika hidup di dunia pun nyaris tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup tenteram, nyaman, dan lapang.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati ini. Karena, dengan hati yang nyaman, indah, dan lapang, niscaya akan membuat hidup ini terasa damai, karena berseliwerannya aneka masalah sama sekali tidak akan pernah membuat dirinya terjebak dalam kesulitan hidup karena selalu mampu menemukan jalan keluar terbaiknya, dengan izin Allah. Insya Allah!***
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Selalu Menata Hati

IMSS 2012 atau FSLDKN XVI?

Bismillahirranhmanirrahim

Assalamualaikum Wr Wb

Ikhwafillah di seluruh tanah air yang tergabung dalam FSLDK yang semoga selalu dalam naungan dan ridho Allah SWT. Perkenalkan terlebih dahulu ane Badawi ketua pelaksana IMSS-FSLDKN XVI, mahasiswa ITB Jurusan Teknik Sipil ITB angkatan 2009. Ketika antum mengawali untuk membaca tulisan ini, ane mohon untuk membacanya dgn seksama dari awal dan sampai akhir. Karena kesalahan membaca dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam tujuan.

Tujuan FSLDK

Pada bagian ini kami sebagai panitia bukan bermaksud menggurui ikhwafillah semua. Tetapi lebih menyampaikan apa yang kita pahami dan yang kita sepakati bersama pada muskernas panpel dengan SC IMSS-FSLDKN XVI di UNNES Semarang pada tanggal 28-29 Januari 2012.

Tujuan FSDK

  1. Menjalin silaturrahim antar ADK dan LDK di seuruh Indonesia
  2. Menyatukan gerak langkah dan visi misi LDK di seluruh Indonesia
  3. Mewujudkan akselerasi kapasitas ADK dan LDK
  4. Mewujudkan peran aktif LDK dalam menjawab masalah keumatan

FSLDKN sebagai Metode

Dengan mengacu kepada tujuan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa FSLDKN adalah salah satu “metode” untuk menjawab tujuan FSLDK. Disebut salah satu metode karena masih banyak metode lain untuk menjawab tujuan FSLDK seperti Rapimnas, Puskomdays, Sarasehan LDK, FSLDKD, dll. Ketika berbicara tentang metode, artinya metode dapat diubah sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan kondisi kekinian FSLDK. Metode bisa saja diubah asalkan dapat menjawab tujuan yang telah dirumuskan bersama..

Berdasarkan analisis kondisi dan kebutuhan FSLDK yang dilakukan oleh panitia pelaksana IMSS-FSLDKN XVI, maka dapat dirumuskan tujuan FSLDKN XVI adalah sebagai berikut

  1. Menjalin silaturrahim antar ADK dan LDK di seluruh Indonesia
  2. Menyatukan gerak langkah dan visi misi LDK di seluruh Indonesia
  3. Membuat kegiatan FSLDK yang inklusif
  4. Menginisiasi pembentukan jaringan Internasional untuk “FSLDK go International 2014”
  5. Syiar Islam

Dalam menjawab tujuan diatas, diperlukan metode khusus terutama untuk menjawab tujuan nomor 3 dan 4. Oleh karena itu, berdasarkan pemahaman tentang makna “metode” dan demi menjawab semua tujuan FSLDKN XVI, maka nama kegiatan FSLDKN XVI bertransformasi namanya menjadi IMSS-FSLDKN XVI.

Kenapa harus memakai nama dan logo ini?

Ketika berbicara “go internasional”, maka segala unsur yang ada harus dapat dipahami dan diterima secara umum. Dalam hal ini dalah orang2 asing yang akan kita undang dalam acara kita. Maka dari itu nama International Muslim Students Summit 2012—Forum Silaturrahim Lembaga dakwah kampus Nasional XVI dipilah dengan mempertimbangkan 2 unsur. Yaitu unsur universal dan unsur nasional. Jika hanya nama FSLDKN XVI maka akan muncul pertanyaan di kalangan orang asing. “Ini acara apa? Acara untuk siapa? Apa kepentingan saya untuk datan ke acara anda?”.

Perubahan nama ini juga berkaitan erat dengan perubahan logo. Logo dibuat lebih “eye catching” dan dapat “dimiliki” oleh kader FSLDK dan “orang asing” yang akan kita undang. Logo dibuat memenuhi unsur universal dan nasional.

Yang ingin “di-branding” IMSS 2012 atau FSLDK???

IMSS 2012 dan FSLDKN XVI adalah satu hal yang sama. IMSS-FSLDKN XVI adalah transformasi nama dari FSLDKN XVI yang memenuhi kebutuhan seperti yang diutarakan pada pembahasan sebelumnya. Di dalam IMSS-FSLDKN XVI ada kegiatan ke-LDK-an (siding komisi, musyawarah nasional dan sekolah LDK), kegiatan Syiar (seminar,one man show, aksi damai), kegiatan inklusif (aksi damai, islamic fair) dan kegiatan internasional (international conference). IMSS bukanlah International Converence dan FSLDKN bukanlah acara ke-LDK-an saja tetapi IMSS-FSLDKN XVI adalah cakupandari semua acara.

Seperti yang kita sepakati bersama bahwa FSLDKN XVI adalah metode untuk mem-branding FSLDK, begitu juga dengan IMSS—FSLDKN XVI yang bertujuan untuk membranding FSLDK. FSLDKN adalah produk dari FSLDK dan IMSS-FSLDKN XVI juga produk dari FSLDK. Kita bisa juga memakai analogi seperti ini. Ibarat FSLDK adalah perusahaan, maka IMSS-SFSLDKN XVI adalah produknya. Ketika produk ini bagus, maka yang akan mendapat nama dan kepercayaan adalah FSLDK. Begitu juga acara yang diadakan oleh instansi pemerintahan maupun swasta. Banyak yang tidak mencantumkan nama atau logo instansinya, tetapi selalu disandingkan. Hasilnya, ketika acara tersebut sukses langsung mendapat nama dan kepercayaan dari masyarakat. Contoh lain adalah OVJ oleh Trans Corp, penhargaan Adipura oleh kementerian lingkungan hidup, beasiswa bidik misi oleh dikti, dan program lain yang tidak mencantumkan nama instansinya tetapi selalu menyandingkan logo atau nama instansinya.

Apakah ini tidak menghilangkan nama atau ciri FSLDKN?

Segala betuk perubahan mengandung resiko, inilah langkah perubahan yang ingin kita capai bersama demi kebaikan gerakan dakwah bersama ikhwafillah. Jika kita tidak memulai untuk “fleksibel” dalam metode dakwah, kapan kita mau go internasional? Apa cita2 itu hanya formalitas kata2 belaka? Nama atau ciri bergantung pada substansi, bukan kulit atau metodenya. Substansi yang kita bawa dari lahirnya FSLDK sampai sekarang tetap sama, yaitu dakwah, syiar islam. Ini adalah ciri khas kita. Yaitu forum dengan gerakan dakwah yang terus member kebaikan untuk umat. Bukan FSLDKN sebagai ciri khas. Bukan IMSS sebagai ciri khas.

Folosofi Logo

  1. Logo membentuk lafazd Allah yang menunjukkan bahwa ini adalah gerakan Islam
  2. Logo terdiri atas 5 pemuda yang mewakili tiap benua
  3. Logo membentuk kepalan tangan yang menunjukkan semangat kepemudaan
  4. Logo berlatar belakang bola dunia yang menunjukkan cakupan gerakan
  5. youth . leadership . better world, adalah tiga komponen gerakan
  6. tulisan International Muslim Students Summit 2012 – FSLDKN XVI memperjelas nama acara kita
  7. bandung-Indonesia menunjukkan lokasi kegiatan

Langkah kongkrit yang wajib dilakukan oleh semua kader FSLDK

Dari paparan diatas, apa yang talah diperjuangkan oleh panitia pelaksana dan SC nasional tidak akan ada gunanya jika teman2 semua kader FSLDK tidak merasa memiliki acara ini. Ini adalah acara kita semua, acara kita bersama ikhwafillah, semua harus berperan aktif untuk menyukseskan acara ini.

langkah termudah yang wajib dilakukan oleh semua kader FSLDK

  1. Follow @imss_2012, selalu re-twit dan mention
  2. Menggunakan logo IMSS-FSLDKN XVI sebagai profpic FB, pinbadges
  3. Minimal 1x sehari untuk mengunjungi www.imss2012.com
  4. Mengajak minimal 1 orang ADK untuk melakukan 3 hal diatas

»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - IMSS 2012 atau FSLDKN XVI?

Jumat, 14 Oktober 2011

Materi Manajemen Administrasi dan Kesekretariatan

»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Materi Manajemen Administrasi dan Kesekretariatan

Kedewasaan adalah karakter.

Oleh: Nurdin Al-Azies
Kepala Departemen Kaderisasi LDK Al-Intisyar

Sering kita mencari-cari definisi dari sebuah kedewasaan, akan tetapi sering kali pula kita terbentur dengan jawaban-jawaban yang memusingkan dahi kita, berkata kedewasaan terkadang berhubungan dengan faktor usia, sudah berapa lama kita hidup didunia, atau bertanya berapa usia kita saat ini, jika angka nya tinggi, angka itulah yang akan mewakili nilai dari sebuah kedewasaan yang kita miliki.

Akan tetapi ketika kita melihat realitas yang ada saat ini yang terjadi didalam kehidupan kita, mungkin teori diatas bisa terbantahkan, bahwasannya faktor usia bukan merupakan satu-satunya faktor penghitung nilai kedewasaan seseorang. Lantas sesungguhnya apa arti kedewasaan itu? Dan bagaimana cara mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Nah, inilah yang akan coba saya bahas dalam tulisan pada kesempatan ini, yang merupakan salah satu ringkasan dari mentoring bisnis rutinan yang saya ikuti.

Satu ungkapan awal yang saya catat pertama kali dari pertemuan pada kesempatan itu adalah :
“Kedewasaan itu bagaikan melihat kubus dari 6 sisi” apa artinya, artinya adalah orang bisa di katakan dewasa apa bila dia mampu melihat suatu permasalahan yang dihadapinya dari berbagai sudut, tidak hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. Dia bisa memiliki sifat netral dan menjadi penengah terhadap berbagai konflik yang ada, dia mampu mengendalikan emosionalnya dari berbagai interpensi dengan tujuan agar bisa menyelesaikan suatu permasalahannya dengan lebih elegan dan dan intelek.

Mampu mengatasi masalah dengan pengendalian emosi yang baik, cepatan, tepatan dan akuratan adalah salahsatu tanda bahwasanya seseorang bisa dikategorikan memiliki sifat kedewasaan yang tinggi, ketika otot tidak mendominasi otaknya, maka inilah sifat dari kedewasaan itu.

Tolak ukur nya ada pada bagaimana dia bersikap terhadap permasalahan yang dihadapi, usia bukanlah tolak ukur yang tepat untuk menilai orang itu dewasa atau tidak.
Intinya kedewasaan adalah “ karakter”.

Semakin seseorang di hadapkan pada masalah-masalah yang memuntut untuk diselesaikan, maka akan semakin cepat dia mencapai kedewasaannya, artinya untuk mengakselerasi kedewasaan yang kita miliki, hendaknya kita hidup berada pada lingkungan dinamis, yang ketika orang-orang standar hanya sibuk memikirkan masalah hatinya, seseorang yang hebat, dia justru pada kesempatan yang sama sedang sibuk mencari solusi besar yang dampaknya tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, akan tetapi jauh dari pada itu dampaknya berpengaruh terhadap umat.

Maka ada satu pepatah mengatakan, “ berbahagialah orang-orang yang setiap harinya menghadapi masalah, karena dengan masalah itulah kita mendapatkan berbagai solusi”.
Dari solusi yang kita hadapi inilah kita belajar mengenai kedewasaan, semakin stabil dalam menghadapi masalah maka akan semakin kita terlihat dewasa, walau dalam kenyataannya usia yang kita miliki masih terhitung belasan tahun. Akan tetapi kembali kepada faktor-faktor kedewasaan diatas, faktor usia bukanlah faktor yang paling dominan dalam menentukan seberapa tinggi kedewasaan kita.

Karakter kita lah nantinya yang akan menjadi tolak ukur apakah kita sudah dewasa atau tidak dalam segala hal. ..
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Kedewasaan adalah karakter.

Manajemen Waktu untuk para aktivis kampus

Oleh : Nurdin Al-Azies
Kepala Departemen Kaderisasi LDK Al-Intisyar

Semakin tinggi tuntutan maka akan semakin padat aktivitias dan kegiatan yang dilakukan, beginilah jalan hidup yang di lalui sebagai seorang aktivis dan sebagai seorang akademisi di kampus, ketika keseharian nya di tuntut untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah, dari kuliahnya ia harus membuat makalah, presentasi dan membaca berbagai referensi sebagai penunjang akademisnya, seorang aktivis di berikan bonus kegiatan lainnya yang menjadikan hari-harinya padat dengan aktivitas.

Tapi disadari atau tidak, inilah yang menjadi kelebihan dari seorang aktivis kampus, dimana kampus adalah salah-satu tempat yang dijadikan labolatorium percobaan kehidupannya sebelum terjun dimasyarakat, di kampus inilah seorang aktivis membina diri, mensimulasi dirinya bagaimana sesungguhnya menjadi orang yang luar biasa, belajar menajemen diri dan melatih jiwa kepemimpinannya, belajar bagaimana mempengaruhi dan menggerakan orang lain, mampu memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya baik untuk dirinya maupun untuk orang-orang disekitarnya. Dari sinilah akan tumbuh orang-orang yang akan membawa perubahan baru untuk negara ini, dari sinilah lahirnya para organisator-organisator tangguh, yang akan memiliki segudang aktivitas yang tidak dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswa normal lainnya.

Karena berbagai amanah inilah seorang aktivis dituntut untuk bisa mengorbankan,tenaga, materi, fikiran, perasaan dan hal penting-penting lainya seperti waktu. waktu merupakan salahsatu hal yang paling penting dan menjadi salah-satu faktor penentu akan kesuksesnya, maka wajib bagi seorang aktivis untuk bisa melakukan manajemen waktu dengan sebaik-baiknya agar dapat di gunakan secara efektif dan seefisien mungkin, untuk memaksimalkan tuntutan aktivitas dan targetan dari amanah yang dijalankannya.

Seorang aktivis muslim, meyakini bahwasannya hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin dan hari yang akan datang harus lebih baik dari pada hari ini, sehingga ia di tuntut harus terus berusaha memperbaiki dirinya dari hari-kehari, dia harus menjadi sosok tauladan bagi para mahasiswa lainnya, karena apa yang ia sampaikan hendaknya sesuai dengan apa yang ia kerjakan, dan apa yang ia kerjakan harus menjadi tauladan bagi orang-orang yang ada di sekelilngnya.

Musuh terbesar bagi seorang aktivis adalah waktunya sendiri, jikalau waktunya berlalu tanpa pemanfaatan yang berarti maka dia di kategorikan sebagai orang yang merugi.
Manajemen waktu bukanlah sebuah perkra yang mudah dilakukan, karena ini berhubungan dengan karakter dan kebiasaan seseorang, akan tetapi manajemen waktu hendaknya menjadi sesuatu yang dibiasakan, karena manejemen waktu adalah pembiasaan. Manajemen waktu yang baik di lihat dari bagaimana ia melewatkan waktunya dengan efektif, produktif dan efisien. Kesibukan bukanlah faktor yang menentukan bahwa ia telah menggunakan waktunya dengan optimal atau belum, sibuk bila hanya mengerjakan sesuatu yang tak bermanfaat dan tak ada tujuan yang jelas dari apa yang dia kerjakan adalah pemborosan waktu yang berbahaya.

Banyak sekali saya melihat seorang aktivis yang kesehariannya bagaikan mesin yang tak bisa berhenti untuk bekerja, selesai dengan kegiatan satu, ada lagi kegiatan lainya, pergi kesatu tempat, ke tempat lain, terus begitu kegiatannya setiap waktu, seolah-olah hidupnya begitu sibuk. Jika di tanya apa yang anda lakukan, mereka menjawab “ saya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya”, lantas saya bertanya kembali “apa yang menjadi targetan anda satat ini sehingga anda terlihat begitu sibuk dengan aktivitas anda?, mereka hanya bisa menjawab “saya melakukan sesuatu karena saya menyukainya.

Sahabat, apakah waktu yang kita lewati setiap harinya hanya dilalui dengan bagaimana kita memanfaakan waktu dengan kegiatan yang kita sukai tanpa targetan yang jelas. Jika begitu sepanjang apapun waktu yang diberikan kepada kita, itu takan berarti sedikitpun. Pantas saja banyak orang yang terlihat sibuk dengan berbagai aktifitas nya tetapi tidak pernah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, ketika diberikan amanah baru dia menolak lantaran di sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan-pekerjaannya, kesibukannya terkadang menjadi alasan dan menjadi kambing hitam untuk tidak mengerjakan tugas kuliah, untuk tidak hadir di rapat rutinan organisasinya, dll.

Banyak kasus yang terjadi berlatar belakang dari kegagalan seorang aktivis dalam memanajemen waktu yang dia miliki. Kasus ini dapat terjadi mulai dari kegagalan dalam perkuliahan seperti gagal lulus di mata kuliah tertentu dan harus mengulang tahun depan, indeks prestasi rendah atau di bawah rata-rata, hingga keterlambatan dalam kelulusan. Ataupun bisa jadi kegagalan dalam organisasi seperti tidak dapat berkontribusi, tidak dapat mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya, kegiatan yang dia kelola tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan, organisasi yang dia pimpin terseok-seok karena kurang mendapatkan perhatian dan ayomannya. Kegagalan-kegagalan tersebut adalah karena konflik kepentingan dan prioritas di kedua dunia. Bisa jadi kegagalan hanya terjadi di salah satu atau bahkan kedua-duanya. Kegagalan di kedua dunia aktivis tersebut memang sangat disayangkan sekali. Apalagi, salah satu peran penting seorang aktivis adalah dapat memberikan tauladan yang baik bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Dan lagi-lagi, ternyata akar dari semua permasalahan itu adalah karena seorang aktivis belum dapat memanajemen waktu yang dia miliki dengan baik. Jika seorang aktivis memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik tentu saja bukanlah hal yang sulit baginya yang memang sudah terbiasa untuk mengatur orang lain, kegiatan, dan organisasi yang dia pimpin untuk mengatur dirinya sendiri.

Akan tetapi disisi lain, saya melihat masih ada mahasiswa atau seorang aktivis yang ketika orang lain sibuk dengan kegiatannya, dia malah bingung hari ini akan melakukan aktivias apa?, hari ini di mau habiskan waktunya dimana?. Hal ini menunjukan menajemen waktu yang baik bukan dari bagai mana ia mampu melewatkan waktu atau menghabiskan waktunya dengan kepadatan aktivitas, melainkan manajemen waktu yang baik adalah bagaimana ia memanfaatkan waktunya dengan produktif, efektif dan efisien, dari setiap aktivitas yang dilakukannya memiliki targetan dan tujuan yang jelas, memiliki skala prioritas dan yang terpenting apapun yang dia lakukan dia kerjakan dengan fokus, kerjanya dilakukan dengan cepat, tepat, dan akurat, atau banyak motivator mengungkakan dengan istilah kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas. Itulah manajeman waktu yang sesungguhnya.

Terakhir rumus untuk melakukan manajemen waktu yang baik menurut DR Jan Yager yang pernah saya baca dari salahsatu buku manajemen waktu adalah:

(DO IT NOW):
  • D = Divide (bagi-bagilah tugas).
  • O = Organize (atur bagaimana melaksanakannya).
  • I = Ignore (abaikan gangguan).
  • T = Take (ambil Peluang).
  • N = Now (lakukan sekarang juga, jangan menunda-nunda).
  • O = Opportunity (ambil kesempatan selagi ada).
  • W = Watch out (waspada dengan waktu yang terus berjalan).

Hambatan utama dalam mengatur waktu adalah ketidak mampuan untuk berkata “tidak”, penundaan, pekerjaan tulis menulis, mengendalikan pengaruh telepon dan televisi, kegagalan dalam menentukan prioritas, waktu pulang pergi dalam melakukan perjalanan, mengeluh, dan beralasan terhadap berbagai pekerjaan yang dilakukan.

Semogadari apa yang saya tulis ini bisa menjadi pencerahan bagi sahabat, mengenai bagaimana melakukan manajemen waktu yang baik untuk keberhasilan kita, keberhasilan akademis kita, keberhasilan organisasi kita, dan keberhasilan-keberhasilan lainnya yang menguntungkan semua pihak. Satu kata kunci lagi dari saya adalah, apapun yang kita lakukan hendaknya selalu aktif (bukan reaktif), tentukan sasaran, tentukan prioritas dalam bertindak, pertahankan fokus, ciptakan tenggat waktu yang realistis, dan lakukan sekarang juga. Karena menunda-nunda pekerjaan adalah pencurian waktu.
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Manajemen Waktu untuk para aktivis kampus

Sejarah Singkat FSLDK

Forum Silaturahhim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak tadi menuju ummatam wahidah. Cikal bakal lahirnya FSLDKN adalah acara yang bernama Saresehan LDK yang diadakan pada tanggal 14-15 Ramadhan 1406 atau 24-25 Mei 1986 oleh Jamaah Shalahuddin UGM, bertempat di UGM, Yogyakarta.

Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulya itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni:

• Jamaah Shalahuddin UGM
• Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta
• LAI Undip Semarang
• Unsoed Purwokerto
• UNS Solo
• Lpisat Usakti Jakarta
• UI Jakarta
• BKI Bogor
• UIKA Bogor
• Karisma Salman ITB Bandung
• Unpad Bandung
• UKKI Unair Surabaya
• BDM Al-Hikmah IKIP Malang

Hasil dari pertemuan yang ternyata telah lama dinantikan oleh banyak peserta ini adalah perlunya meningkatkan ukhuwah Islamiyah antara lembaga dakwah kampus, setidak-tidaknya antar fungsionaris lembaga dakwah kampus.

Selain itu, disepakati untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi antar-LDK dengan pembagian wilayah koordinasi sebagai berikut:

• Wilayah barat dikoordinir oleh Salman Institut Teknologi Bandung
• Wilayah tengah dikoordinir oleh Jamaah Shalahuddin UGM Yogyakarta
• Wilayah timur dikoordinir oleh UKKI Universitas Airlangga Surabaya

Juga dihasilkan kesepakatan untuk memahami kondisi dakwah di kampus.
Menyadari bahwa FSLDK dihadiri oleh LDK yang berbeda-beda proses terbentuk, kelembagaan, kondisi lingkungan, maka hubungan antar LDK didasarkan semata pada ikatan ukhuwah Islamiyyah yang bersemangatkan i'tisham bihablillah.
Itulah yang selama ini terus berlangsung hingga kini. PERKEMBANGAN FSLDK

Pasca diadakannya Saresehan LDK itu, segenap peserta menyepakati tentang perlunya membina jaringan dan ukhuwah antar-LDK. Sehingga muncullah agenda-agenda susulan sebagai follow up-nya.Agenda-agenda tersebut adalah:

• Saresehan LDK II - Bandung
• FSLDK Nasional III - Surabaya
• FSLDK Nasional IV - Surakarta
• FSLDK Nasional V - Malang
• FSLDK Nasional VI - Jatinangor
• FSLDK Nasional VII - Makassar
• FSLDK Nasional VIII - Semarang
• FSLDK Nasional IX - Bandung
• FSLDK Nasional X - Malang
• FSLDK Nasional XI - Jakarta
• FSLDK Nasional XII - Padang
• FSLDK Nasional XIII - Samarinda
• FSLDK Nasional XIV – Lampung
• FSLDK Nasional XV – Ambon-Maluku
»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Sejarah Singkat FSLDK

Saresehan Lembaga Dakwah Kampus

Pendaftaran Peserta Sarasehan Nasional ADK

1. Prosedur Pendaftaran :
Individu

a) Membayar biaya registrasi peserta sebesar Rp 125.000/orang dengan mentransfer ke Bank Syariah Mandiri No. Rek. 0307098846 a.n. Mita QQ JS
b) Setelah mentransfer biaya registrasi melakukan konfirmasi pembayaran ke panitia. Dengan format ketik : Registrasi spasi Nama Lengkap spasi LDK spasi Universitas/Perguruan Tinggi. Kirim ke Asa (085643776261)
Contoh : Registrasi Agil Darmawan JMMI ITS

Kolektif
a) Membayar biaya registrasi peserta sebesar Rp 125.000/orang dengan mentransfer ke Bank Syariah Mandiri No. Rek. 0307098846 a.n. Mita QQ JS
b) Setelah mentransfer biaya registrasi melakukan konfirmasi pembayaran ke panitia. Dengan format ketik : Registrasi Spasi Nama LDK spasi Universitas/Perguruan Tinggi Spasi Jumlah Orang. Kirim ke 085223515561 (Fahmi)
Contoh : Registrasi Pusdima Unmul 5 Orang.

»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - Saresehan Lembaga Dakwah Kampus

Kamis, 08 September 2011

FSLDK Priangan Barat Aksi Putih di Tugu Kujang

Oleh Indah Wulandari

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Bogor yang tergabung dalam Forum Silaturahim LDK (FSLDK) Priangan Barat sambut bulan Ramadhan dengan aksi putih. Mereka ingin mengajak warga Kota Hujan mencintai bulan suci umat Islam ini dengan melakukan berbagai ibadah.

Aksi yang dilakukan Sabtu lalu (30/7) itu berlangsung selama dua jam hingga waktu Zhuhur. Ratusan anggota LDK gabungan dari berbagai universitas berkumpul di Tugu Kujang, Jalan Raya Padjajaran, Kota Bogor. Mereka membawa berbagai spanduk serta tulisan-tulisan dalam karton berisikan ajakan beribadah.

"Sengaja kita pilih tempat yang menjadi sentra kegiatan masyarakat Bogor agar pesan kita dibaca dan mengingatkan mereka jika Ramadhan telah tiba," terang Ketua Komisi B BP Nasional Jawa Barat, Khairil Azhar. Menurutnya, kegiatan ini baru pertama kali digelar.

Tidak setiap tahun, imbuh Khairil, seluruh kader LDK di wilayah Priangan Barat bisa berkumpul. Mereka terdiri atas pengurus LDK universitas di wilayah Sukabumi, Bogor, Cianjur, dan Karawang. Dengan kegiatan ini, mereka berkesempatan untuk saling bertemu.

"Momen ini sekaligus ajang silaturahim bagi para kader FSLDK Priangan Barat," cetus mahasiswa Jurusan Agronomi dan Holtikultura Faperta IPB ini. Kegiatan tersebut juga dijadikan kesempatan untuk memberikan informasi tentang andil FSLDK di tengah masyarakat.

Lantaran itu muncul dua persepsi berbeda. Persepsi pertama, memahami FSLDK sebagai jaringan. Sedangkan persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah nasional atau daerah yang diadakan secara rutin. Sebenarnya, subjek dan objek kedua pengertian tadi sama, yaitu LDK.

Akan tetapi perlu dipertegas lagi perbedaannya untuk mencegah ambiguitas. Persepsi pertama, FSLDK adalah jaringan yang beranggotakan LDK-LDK (bukan orang per orang) se-Indonesia. Sifat keanggotaan FSLDK cukup terbuka, artinya setiap anggota LDK berhak bergabung dengan FSLDK.

Sebab, salah satu visi FSLDK adalah mengoptimalkan percepatan dakwah kampus nasional. Jaringan FSLDK sudah tersebar luas di seluruh nusantara, mulai ujung Sumatra hingga Papua. Kini agenda FSLDK kian beragam, seperti pendampingan, pelatihan manajemen, dan simposium internasional Palestina.

Jika dirangkum, kata Khairil, program FSLDK secara garis besar ada dua, yaitu ke-LDK-an dan penyikapan isu. Salah satu contoh program ke-LDK-an adalah pendampingan LDK. Kegiatan lain yang pernah dilakukan adalah penyikapan isu seperti RUU APP dan Palestina.

Persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah akbar. Di tingkat nasional, ada Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN). FSLDKN yang terakhir diselenggarakan di Lampung pada 2007. Sedangkan di tingkat daerah, ada Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD). ed: ferry

»»  READMORE...
Baca Informasi Selengkapnya | - FSLDK Priangan Barat Aksi Putih di Tugu Kujang